a

Breaking

Showing posts with label Power. Show all posts
Showing posts with label Power. Show all posts

Wednesday, September 14, 2016

7:11 AM

Membuat Power Supply 1- 25 volt 5A

Pada berbagai macam proyek elektronika tentunya catu daya atau power supply merupakan hal yang sangat penting, karena tanpa itu rangkaian yang kita buat akan menjadi tidak berfungsi sama sekali. Berbagai macam rangkaian seringkali membutuhkan tegangan kerja yang berbeda-beda, oleh karena itu bagi kamu yang suka "ngoprek" tentunya membutuhkan sebuah power supply yang tegangan outnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

Dipasaran harga sebuah power supply variabel lumayan mahal, tapi kita bisa mengakalinya dengan membuat power supply sendiri ya walaupun dari segi kualitas masih kalah dengan power supply keluaran pabrikan. Pada rangkaian berikut saya menggunakan IC LM317 yang memang merupakan IC Regulator yang outnya dapat diatur dengan resistor dan potensiometer yang berfungsi sebagai komparator atau pembanding.

Berikut skemanya:

Catu daya variabel 1 - 25v

Komponen:



  • Trafo 5A Non CT

  • Dioda 6A10 - 4 biji

  • IC LM317

  • Elco 4700uf/35v

  • Elco 1000uf/35v

  • Resistor 240 Ω

  • Potensiometer 5K

  • Resistor 0,5 Ω 5watt

  • Transistor TIP3055


Sebenarnya IC LM317 bekerja pada arus maksimal 1A, tapi untuk penggunaan diatas 1A maka dibutuhkanlah transistor TIP3055 yang menguatkan kemampuan power supply hingga 5A jika ingin lebih 10A maka bisa dengan menambahkan lagi transistor TIP3055 dan resistor 0,5 Ω 5watt yang dipasaang secara paralel dan hal ini berlaku untuk kelipatan arusnya.

Tambahan:


Berhubung yang kita buat adalah power supply variabel maka tentunya kita tidak tahu tegangan outnya berapa, nah untuk itu kita bisa menambahkan voltage meter pada out rangkaian ini. Nah kebetulan saya menggunakan mini digital voltage meter.

Perlu diingat jika kamu ingin menggunakan mini voltage meter digital, dipasaran ada 2 versi yaitu mini voltage meter 3 kabel seperti ini.

voltage-meter-3-wire

Dan ada juga yang menggunakan 2 kabel seperti ini:

voltmeter digital

Nah kedua voltmeter ini ada kekurangan dan kelebihannya, tergantung apa yang lebih kamu perlukan

Voltmeter 3 Kabel

  • Range Pengukurannya bisa dari 0.1 - 30v

  • Membutuhkan power supply tambahan (terpisah dari rangkaian diatas)


Voltmeter 2 Kabel

  • Tidak membutuhkan power supply tambahan

  • Range Pengukuran 3,2 - 30V


Nah sekarang tergantung kamu mau pakai yang mana, mau mengukur tegangan dibawah 3,2v atau gak mau bikin power tambahan untuk supply voltmeternya atau mungkin mau menggunakan voltmeter analog?

Mau lihat bagaimana hasilnya? Silahan simak video berikut:

Saturday, June 28, 2014

9:54 PM

Membuat Power Supply Variable 0 - 30v

Untuk orang yang hobi melakukan percobaan rangkaian elektronik seperti saya, tentu membutuhkan power supply untuk dijadikan sumber listrik untuk rangkaian percobaannya. Selama ini saya gunakan adaptor sebagai sumber listrik untuk rangkaian-rangkaian yang saya buat, tapi kemudian saya berpikir bahwa saya membutuhkan Power Supply Variable yang lebih mantap.

Setelah mencari di internet akhirnya saya menemukan skema rangkaian yang tepat, berikut ini adalah skema rangkaian yang saya gunakan.

Regulator catu daya

klik gambar untuk memperbesar


 

Untuk yang didalam garis merah adalah merupakan rangkaian tambahan yang menghasilkan tegangan 5v yang saya gunakan untuk mensupply volt meter digital dan rangkaian yang membutuhkan tegangan 5v.  Rangkaian ini bisa saja dihilangkan jika kamu tidak membutuhkannya.

Prinsip Kerja


Secara garis besar prinsip kerja dari rangkaian ini adalah

- Arus ac 25 v yang berasal dari trafo diubah menjadi tegangan dc setelah melewati D1 - D4 yang merupakan penyearah gelombang penuh/full wave rectifier.

- IC LM723 berfungsi sebagai penyetabil tegangan dan mengatur tegangan output yang diatur oleh R14 yang merupakan potensiometer 5kΩ.

- Arus keluaran dari IC LM723 adalah 150mA oleh karena itu transistor Q1 - Q4 berfungsi sebagai penguat arus yang menguatkan hingga 5A.

Power Supply

Penampakkannya!



Catatan:


- Power Supply yang saya buat menggunakan trafo 5 A yang ampere kecil sedangangkan dipasaran ada 2 jenis trafo yaitu trafo 5A ampere kecil/biasa dan trafo 5A ampere besar/murni, jadi saya kurang tahu jika ada efek lain saat rangkaian ini menggunakan trafo 5A murni.

- Tegangan dari trafo harus TIDAK LEBIH DARI 25 VOLT, karena waktu pertama kali saya buat saya pakai 32 V dan hasilnya IC LM723 langsung rusak. Setelah saya selidiki ternyata setelah melalui kapasitor C1 4700µf/50v tegangannya menjadi lebih dari 40v dan itu melebihi kapasitas maksimal dari IC LM723 yang hanya 40v, otomatis ICnya langsung rusak.

- Transistor Q4 rentan terhadap hubungan pendek, saya pernah gunakan untuk mencharge aki motor juga pernah menggunakannya untuk rangkaian Singing Arc dalam waktu yang lama kedua hal itu ternyata mengakibatkan kaki kolektor dan emitor Q1 menjadi short dan gejala yang ditimbulkan adalah tegangannya menjadi selalu tinggi sekitar 30 v walaupun potensiometernya sudah diputar-putar.

Silahkan simak video berikut ini:




Download file PCB
- Google Drive

Wednesday, April 9, 2014

6:53 AM

Membuat Wireless Charger

Ini adalah percobaan pertama saya yang berhasil, kali ini saya akan bereksperimen dengan sistem wireless energy transfer (WET) yang menggunakan sistem induksi.
Walaupun namanya wireless/nirkabel/tanpa kabel tetap saja harus menggunakan kabel hehe lol :p. Pada wireless charger ini dibutuhkan dua device yaitu transmitter yang berfungsi sebagai pemancar dan receiver sebagai penerima.

Transmitter

Transmitter ini merupakan rangkaian oscilator yang beresonansi pada frekuensi sekitar 2 MHz tapi berhubung saya tidak punya alat ukur frekuensi jadi saya tidak bisa mengukurnya, berikut ini skema yang saya gunakan.

Transmitter wireless charger

Untuk transmitter coilnya saya menggunakan kabel tembaga dengan diameter kawat 2,5mm dan diameter lingkaran 10 cm dengan 2 lilitan dan ditap pada lilitan ke 1.

wireless charger

 

Klik gambar untuk memperbesar


Receiver

Untuk receiver jika digunakan sebagai charger bisa menggunakan skema berikut

 

wireless charger coil

Jika outputnya hanya akan digunakan untuk menyalakan led, maka tidak butuh rangkaian lagi lednya langsung saja dihubungkan ke receiver coil.

Sedangkan untuk coil receivernya saya buat dua macam yaitu bentuk spiral dengan diameter kawat yang sama dengan transmitter coil yaitu 2,5mm, saya menggunakan cd bekas yang sudah dibuang lapisannya jadi tinggal plastiknya saja sebagai dasar agar bentuk spiralnya lebih kokoh seperti ini

Receiver Coil


Dan satu lagi coil yang berupa gulungan kabel dengan diameter kawat kurang lebih 1,5mm.

Receiver Coil

 

Ingin lihat hasilnya? Silahkan lihat video saya berikut ini

Saturday, February 1, 2014

6:10 AM

Prinsip Kerja Baterai

Baterai merupakan salah satu bagian penting di bidang elektronika praktis. Coba kalian amati mainan ataupun jam dinding yang ada di rumah kalian. Apakah menggunakan baterai?? Kehidupan manusia sehari-hari kini tidak terlepas dari baterai.

Baterai sebagai sumber energi alat-alat elektronik seperti jam dinding, radio, laptop, senter dan alat-alat elektronik lainnya tentu sangat akrab ditelinga kita.

Sebagian besar peralatan elektronik di sekitar kita mengandalkan baterai sebagai sumber energi. Sebut saja misalnya, remote, MP3 Player, telepon selular, lampu senter, laptop, komputer, radio, mainan, dan sebagainya.

Baterai Li-Ion

Baterai terdiri dari tiga komponen penting, yaitu :

1.Batang karbon sebagai anoda/kutub positif baterai.

2.Seng (Zn) sebagai katoda/kutub negatif baterai.

3.Pasta sebagai elektrolit/penghantar.

Baterai yang dapat ditemui di pasaran sangat beraneka ragam jenisnya dan terus mengalami perkembangan, baik dalam bentuk maupun fungsinya. Jenis baterai rumah tangga adalah jenis baterai yang banyak digunakan dalam hubungannya dengan produk elektronik.

Baterai rumah tangga ukurannya kecil dan mudah dibeli secara eceran. Baterai ini memiliki listrik 1,5 V dan sering digunakan untuk peralatan rumah tangga yang berukuran kecil.

Baterai dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu :

Baterai Primer yaitu baterai yang hanya dapat digunakan satu kali, dan tidak dapat diisi ulang. Atau bisa disebut juga baterai sekali pakai.

Baterai Sekunder yaitu baterai yang dapat digunakan berulang kali dengan mengisi kembali setelah energinya habis dipakai atau baterai isi ulang. Misalnya baterai yang terdapat pada telepon genggam.
Cara Baterai Bekerja:

Bagaimana sih cara kerja baterai itu? Pada dasarnya cara penggunaan baterai sangat sederhana.

Baterai merupakan alat yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia saat pengisian dan mengubah #energi kimia menjadi energi listrik saat digunakan. Baterai memiliki dua kutub yaitu kutub pertama yang bertanda positif (+) dan kutub kedua yang bertanda negatif (-).

Prinsip Kerja Baterai

Di dalam baterai ada beberapa sel listrik, dan sel listrik tersebut menjadi tempat menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia. Elektroda-elektroda yang tersimpan di dalam baterai ada yang negatif ada pula yang positif. Elektroda negatif disebut katoda, yang memiliki fungsi sebagai pemberi elektron. Sedangkan elektroda positif, disebut anoda yang berfungsi sebagai penerima elektron.

Ada aliran arus #listrik yang mengalir dari kutub positif (anoda) ke kutub negatif (katoda). Sedangkan elektron akan mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif.

Di dalam baterai sendiri, terjadi sebuah reaksi kimia yang menghasilkan elektron. Kecepatan dari proses ini (elektron, sebagai hasil dari elektrokimia) mengontrol seberapa banyak elektron dapat mengalir diantara kedua kutub. Elektron mengalir dari baterai ke kabel dan tentunya bergerak dari kutun negatif ke lutub positif tempat dimana reaksi kimia tersebutr sedang berlangsung.

Dan inilah alasan mengapa baterai bisa bertahan selama satu tahun dan masih memiliki sedikit power, selama tidak terjadi reaksi kimia atau selama kita tidak menghubungkannya dengan kabel atau sejenis Load lain. Seketika kita menghubungkannya dengan kabel maka reaksi kimia pun dimulai.

Lalu bagaimana komponen-komponen tersebut bisa menghasilkan aliran listrik? Begini, anoda dan katoda terbuat dari bahan yang dapat bereaksi dengan bahan elektrolitnya. Saat anoda dan elektrolit bereaksi, terbentuklah satu senyawa baru yang menyisakan satu elektron. Sebaliknya, reaksi antara katoda dan elektrolit membutuhkan satu elektron.

Jadilah sisa elektron dari reaksi anoda dan elektrolit tadi dikirimkan ke katoda agar katoda dapat bereaksi dengan elektrolit. Perpindahan elektron inilah yang dapat menimbulkan aliran listrik dari sebuah baterai.